Breaking News

Membangun Indonesia Tidak Harus dari Jakarta: Luwu Timur Memulainya dari Evaluasi, Apresiasi, Koperasi, Inklusi, dan Mitigasi yang Diakui Nasional

×

Membangun Indonesia Tidak Harus dari Jakarta: Luwu Timur Memulainya dari Evaluasi, Apresiasi, Koperasi, Inklusi, dan Mitigasi yang Diakui Nasional

Sebarkan artikel ini
Membangun Indonesia Tidak Harus dari Jakarta: Luwu Timur Memulainya dari Evaluasi, Apresiasi, Koperasi, Inklusi, dan Mitigasi yang Diakui Nasional
Dok.Merekam Indonesia

3. Koperasi: Dari Instruksi Presiden ke Lapak Petani

Menjawab arahan Presiden Prabowo tentang Koperasi Merah Putih, Luwu Timur bergerak tercepat di Sulsel. Hingga 29 September, 77 bangunan koperasi telah rampung dan 68 kendaraan operasional tersalurkan — masuk 3 besar terbanyak.

Saat Expo K-UMKM se-Sulsel di Sorowako (06/10/2026), Bupati Irwan menegaskan: Koperasi bukan pesaing warung tetangga, tetapi pembuka pasar baru bagi petani dan nelayan.

4. Inklusi: Keuangan Hingga ke Desa

Napas yang sama dibawa ke Rakornas TPAKD di JIEXPO Jakarta (22/10/2026) yang dihadiri Presiden Prabowo. TPAKD Luwu Timur didorong bukan menjadi lembaga seremonial, tetapi jembatan modal yang aman dan legal bagi UMKM, petani, dan nelayan agar tidak terjerat rentenir.

5. Mitigasi: Negara Hadir Sebelum Sirine Berbunyi

Di ujung jaring pengaman, BPBD Luwu Timur (23/10/2026) mulai mendata 125 desa dan 3 kelurahan rawan bencana, sekaligus membangun jalur evakuasi dengan perhatian khusus pada yang paling rentan: lansia, anak-anak, dan disabilitas.

Lima pilar. Satu filosofi: memuliakan manusia.

Inilah cara Luwu Timur membangun Indonesia — tidak harus dari Jakarta, cukup dengan memastikan tidak ada anak putus sekolah karena biaya, tidak ada lansia yang merasa sendiri, dan tidak ada rakyat yang tertinggal.

Mi/And

Menemukan kekeliruan dalam berita ini? Sampaikan koreksi atau hak jawab.