Dia menyebut jadwal padat itu membuat sesi latihan berantakan.
“Akibat jadwal konferensi pers dan urusan lainnya, kami terpaksa menjalani sesi latihan yang aneh dan terburu-buru. Kami bahkan hampir tidak sempat menguji taktik apa pun di lapangan,” ujarnya.
Scaloni menegaskan fokus utama timnya kini mengembalikan kebugaran. Beberapa pilar penting disebut tidak dalam kondisi 100 persen fit akibat padatnya jadwal.
Baca juga: Prediksi Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina
Data Historis Dukung Keluhan Scaloni
Sebagian pihak menilai pelatih 48 tahun itu hanya cari alasan sebelum laga. Namun keluhan Scaloni ternyata punya dasar data yang valid.
Riset The Athletic mengungkap sebuah tren krusial. Dalam 13 dari 14 edisi terakhir Piala Dunia dan Piala Eropa, tim yang menjalani semifinal lebih awal selalu keluar sebagai juara.
Waktu istirahat tambahan dan ruang lebih banyak untuk mematangkan taktik jelas jadi keuntungan besar di turnamen singkat.
Scaloni menilai FIFA seharusnya mengizinkan Argentina berlatih pada sore atau malam hari saat cuaca lebih sejuk.
Dia juga meminta agenda konferensi pers dipindahkan ke siang hari.
“Akibat jadwal konferensi pers dan urusan lainnya, kami terpaksa menjalani sesi latihan yang aneh dan terburu-buru,” pungkasnya. Mi/As
Sumber: olahraga






