Dr. Irfan menekankan bahwa menurut rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap 1.000 penduduk harus didukung oleh minimal satu tempat tidur rumah sakit. Dengan demikian, untuk populasi Luwu Timur yang sudah mencapai 350 ribu orang, dibutuhkan paling tidak 350 tempat tidur agar dapat memenuhi standar kesehatan internasional.
“Jika kita melihat peningkatan jumlah penduduk Luwu Timur yang saat ini sudah mencapai 350 ribu orang, tentu tidak seimbang dengan volume penerimaan pasien rujukan yang kerap mengalami peningkatan,” ungkap dr. Irfan.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan medis profesional terus meningkat, yang mendorong lebih banyak pasien dari Puskesmas untuk dirujuk ke rumah sakit tingkat lanjut. Kondisi ini merupakan tanda positif dari sisi perilaku kesehatan, namun juga mengindikasikan kebutuhan investasi infrastruktur yang lebih besar.
Baca juga: Sertijab Kemenag Lutim, Bupati Irwan Tekankan Sinergi dalam upaya peningkatan layanan publik kabupaten.
Tantangan yang dihadapi RSUD Wotu merupakan cerminan dari dinamika perkembangan Luwu Timur yang semakin maju. Meskipun keterbatasan fasilitas masih menjadi hambatan, langkah-langkah perbaikan terus diupayakan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat kabupaten. Komitmen untuk mendekati standar WHO dalam penyediaan fasilitas kesehatan menjadi catatan penting bagi pengembangan infrastruktur kesehatan ke depannya. MI/AS
Sumber: bilikfakta.id






