Merekamindonesia – Proses pembersihan lahan atau land clearing untuk Proyek Strategis Nasional di wilayah Tanamalia, Kabupaten Luwu Timur, dilaporkan telah kembali kondusif. Sebelumnya, situasi di lapangan sempat diwarnai ketegangan antara petugas keamanan dengan sekelompok masyarakat yang melakukan aksi penolakan di area tersebut.
Ketegangan terjadi saat tim di lapangan hendak melanjutkan tahapan pengerjaan proyek. Sejumlah warga mencoba menghalangi jalannya alat berat, yang kemudian memicu respons dari aparat keamanan TNI dan Polri yang bertugas mengawal jalannya kegiatan tersebut. Meski sempat terjadi aksi saling dorong dan adu mulut, situasi dapat dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi bentrokan fisik.
Aparat keamanan yang bersiaga di lokasi mengedepankan pendekatan persuasif untuk meredam emosi massa. Petugas memberikan pemahaman mengenai legalitas lahan dan pentingnya kelancaran proyek tersebut bagi kepentingan nasional. Setelah proses koordinasi dan komunikasi dilakukan di lapangan, massa perlahan mulai tenang dan membiarkan aktivitas kembali dilanjutkan.
Pihak pelaksana proyek memastikan bahwa seluruh kegiatan land clearing dilakukan dengan mengikuti prosedur dan aturan hukum yang berlaku. Pengawalan dari unsur TNI dan Polri tetap dilakukan guna menjamin keamanan para pekerja serta memastikan sarana dan prasarana proyek tidak mengalami kerusakan akibat aksi massa.
Hingga saat ini, aktivitas pengerjaan di wilayah Tanamalia sudah berjalan normal kembali. Petugas keamanan masih tetap disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memantau situasi dan mencegah terjadinya gangguan keamanan susulan agar Proyek Strategis Nasional di Luwu Timur ini dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. /Mi












