Senfry mengatakan, untuk pengawasan distribusi gas LPJ, sebanyak 300ribu setiap bulan tabung gas yang masuk di Luwu Timur dari 6 agen dan disebarkan ke 750 pangkalan di Kabupaten Luwu Timur. Namun, ada beberapa temuan dari Dishub yakni gas LPJ tersebut dibawa ke luar wilayah Luwu Timur, agar menjadi rujukan untuk ditindaklanjuti.
Selain itu, pada rapat tersebut juga memaparkan kondisi ketersediaan komoditas dari sektor pertanian, perikanan, serta kesiapan pengamanan arus transportasi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dinas Pertanian, menyampaikan bahwa, ada sebelas komoditas yang dipantau, sebagian masih dalam kondisi aman seperti beras 193 hari kedepan masih surplus, jagung 163 hari masih surplus. Namun, untuk cabe rawit kebutuhan di Luwu Timur sekitar 108 ton, dan hanya bisa bertahan 7 hari ke depan, kalau mengandalkan pasokan lokal tidak akan cukup sehingga diambil dari daerah lain.
Sedangkan Dinas Perikanan, menyampaikan bahwa dari sisi harga komoditas, ada beberapa mengalami penurunan seperti ikan nila dan ikan bandeng. Sedangkan ikan laut yang mengalami kenaikan seperti ikan kembung, ikan tongkol. Kebutuhan ikan bagi masyarakat Luwu Timur sekitar 1.307 ton, ketersediaan stok 1.434 ton sehingga masih surplus sekitar 127 ton.
Sementara itu, Dinas Perhubungan, menyampaikan bahwa ada lima pos pengamanan yakni di Kecamatan Burau, Tarengge, Kecamatan Tomoni, Kecamatan Malili dan Kecamatan Nuha. Kemudian pengamanan akan terus berlanjut setelah lebaran.
Melalui rapat ini, Pemkab Luwu Timur berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam menjaga ketersediaan pasokan dan menekan laju inflasi daerah menjelang hari besar keagamaan.
Turut hadir unsur Forkopimda, Asisten dan Staf Ahli, para Kepala OPD, Pimpinan Instansi Vertikal, Perbankan, para Camat, dan peserta lainnya. (nor/ikp-humas/kominfo-sp)












