
Kartu Lutim Pintar: Seragam sekolah gratis dari kaki sampai kepala untuk siswa SD-SMP, plus beasiswa penuh bagi mahasiswa Lutim dari semester 1 hingga 8.
Kartu Lutim Lansia: Bantuan Rp1 juta per bulan untuk 4.000 lansia se-Luwu Timur. Ini bukan bantuan, ini penghormatan kepada orang tua kita.
3. Napas UMKM Naik Kelas: BDS Impact Award 2026 Nasional
Di level nasional, Luwu Timur juga meraih BDS Impact Award 2026 dari Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI). Penghargaan ini diberikan atas kontribusi nyata pemerintah dalam memajukan koperasi, UMKM, dan kewirausahaan melalui Program Pandu Juara. UMKM Lutim tidak dibiarkan berjuang sendiri, tetapi dipandu hingga juara.

4. Tata Kelola yang Bersih dan Daya Beli Naik
Angka kemiskinan Luwu Timur turun dan kini berada di peringkat 4 terendah se-Sulawesi Selatan. Daya beli masyarakat naik 3,70 persen sepanjang 2025, dan angka pengangguran menunjukkan tren penurunan. Pemkab Lutim juga mencatat keberhasilan penyerahan aset PT Vale Indonesia serta pelantikan 814 CPNS formasi 2025 menjadi PNS secara transparan.

5. Cinta Pajak, Cinta Daerah
Komitmen membangun daerah juga terlihat dari apresiasi kepada 34 Wajib Pajak Berprestasi 2024. Pemerintah tidak hanya memungut, tetapi menghargai.

Jika dirangkum, lima prestasi ini memiliki benang merah yang sama: komitmen yang konsisten untuk melindungi.
Melindungi pekerja lewat JKN, melindungi anak-anak lewat pendidikan gratis, melindungi orang tua lewat bantuan lansia, melindungi pelaku UMKM lewat pendampingan, dan melindungi masa depan daerah lewat tata kelola yang bersih.
Inilah nasionalisme dalam bentuk kerja nyata. Bukan sekadar slogan, tetapi kebijakan yang bisa dirasakan rakyat hingga ke pelosok desa. Luwu Timur di era IRWAN-PUSPA membuktikan, dari ujung timur Sulawesi, sebuah kabupaten bisa memberi pelajaran nasional tentang arti memimpin dengan hati.
Mi/And






