MerekamIndonesia.com – Capaian penurunan angka kemiskinan Luwu Timur hingga titik terendah dalam delapan tahun terakhir kini mendapat pembuktian nyata di lapangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2026 persentase penduduk miskin Luwu Timur tersisa 5,52 persen, turun dari 6,98 persen pada 2019. Secara jumlah, berkurang dari 20,83 ribu jiwa menjadi 17,94 ribu jiwa. Kedalaman kemiskinan (P1) bahkan terjun dari 1,20 menjadi 0,52 — yang terendah sejak 2019.
Angka itu bukan sekadar statistik. Kamis (29/10/2026), di Gedung Serbaguna Kecamatan Mangkutana, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyerahkan secara simbolis bantuan bedah rumah untuk 400 penerima manfaat.
Inilah wujud konkret dari angka yang turun tersebut.
“Beberapa waktu lalu saya sudah sampaikan, di Luwu Timur ini tidak boleh lagi ada rumah yang kondisinya buruk dan menjadi perhatian publik. Jika masih terjadi, berarti kita menutup mata terhadap apa yang dirasakan masyarakat,” tegas Irwan.
“Selaku Bupati, saya tidak akan biarkan warga saya tinggal di rumah tak layak huni,” ujarnya.






