Merekamindonesia – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Luwu Timur mengambil langkah tegas guna menyikapi kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Tindakan ini dilakukan sebagai respons terhadap munculnya isu kenaikan harga di tingkat pengecer yang melampaui batas kewajaran.
Kekhawatiran akan kelangkaan Pertalite mulai mencuat di tengah masyarakat Luwu Timur dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut memicu perhatian pemerintah daerah, terutama terkait adanya laporan mengenai penjualan BBM eceran yang harganya berada di atas ketentuan yang telah ditetapkan.
“Mulai besok kami akan melakukan tindakan nyata. Jika masih ada pengecer yang menjual di atas Rp13 ribu per liter, kami pastikan akan ada sanksi tegas,” kata Senfry , Rabu 11 Maret 2026.
Dinas Koperindag menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan di lapangan guna menjamin kelancaran distribusi BBM di wilayah tersebut. Pengawasan ini juga dilakukan untuk mencegah adanya praktik spekulasi oleh pihak-pihak tertentu yang dapat mengganggu stabilitas stok dan harga.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Selain itu, Dinas Koperindag akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan ketersediaan pasokan Pertalite tetap mencukupi kebutuhan warga di seluruh wilayah Kabupaten Luwu Timur. /Mi












