Poin Penting
- Wakil Bupati Luwu Timur Hj. Puspawati Husler hadir melantik pengurus BPW KKLR Kepri dan BPD KKLR Kota Batam pada 24 Juli 2026
- Diaspora Luwu Raya Batam didorong menjaga kehormatan daerah asal sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah tempat tinggal mereka
- Masyarakat Bugis-Luwu telah menjadi bagian integral sejarah Kepri sejak abad ke-17 melalui aktivitas pelayaran dan perdagangan
Dukungan Provinsi dan Sejarah Panjang
Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, yang hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi Kepri, Hj. Dewi Kumalasari Ansar, memberikan apresiasi tinggi terhadap komunitas Bugis-Luwu. Gubernur menegaskan bahwa masyarakat Bugis berada di rumah yang tepat meskipun Kepri adalah provinsi yang heterogen.
“Walaupun kita heterogen, seluruh suku bisa hidup rukun, termasuk masyarakat Bugis. Payung budaya adalah rumah besar kita. Kepri juga menjadi salah satu provinsi dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia,” ujar Gubernur Ansar Ahmad, yang turut mengajak warga Luwu Raya bersinergi membangun Kepri.
Capt. Eko Santosa, yang dilantik sebagai Ketua BPW-KKLR Kepri, menjelaskan kedalaman akar sejarah masyarakat Bugis di Kepulauan Riau. Menurutnya, kehadiran Bugis telah menjadi bagian integral dari sejarah Kepri sejak abad ke-17. Melalui aktivitas pelayaran dan perdagangan yang dinamis, leluhur Bugis turut berkontribusi dalam perjalanan sejarah Kesultanan Johor-Riau-Lingga.
Saat ini, warga komunitas KKLR tersebar luas di berbagai daerah strategis seperti Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, hingga Natuna. Mereka memegang peranan penting di berbagai sektor, mulai dari kelautan, perdagangan, perikanan, hingga dunia usaha modern. Keterlibatan mereka yang mendalam menunjukkan bahwa diaspora Luwu Raya Batam bukan sekadar komunitas penerantau, melainkan mitra pembangunan yang bermakna bagi kemajuan ekonomi dan sosial regional. MI/AS
Sumber: Warta Lutim






