MerekamIndonesia.com- Jika biasanya warga harus menempuh puluhan kilometer ke Malili untuk mengurus selembar akta, Senin (12/10/2026) kemarin ceritanya beda. Di bawah atap Panggung Upacara Kecamatan Burau, antrean warga justru disambut dengan senyum petugas Dukcapil yang datang langsung ke desa.
Inilah wajah baru pelayanan publik Luwu Timur lewat inovasi “Dukcapil AKTIF” – Akta Tuntas, IKD Aktif” Sebuah gerakan jemput bola yang membuktikan urus dokumen negara tidak harus mahal, jauh, dan berbelit.
Bukan sekadar layanan keliling biasa. Dukcapil AKTIF menyasar persoalan paling mendasar, mulai dari akta kelahiran untuk anak, akta perkawinan bagi pasangan yang telah lama menikah secara agama, akta kematian, hingga perceraian dan pengangkatan anak. Semua dibereskan di satu titik, plus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di HP warga.
Dan hasilnya melebihi ekspektasi.
Dalam satu hari pelayanan di Burau, sebanyak 131 dokumen kependudukan berhasil diterbitkan. Rinciannya: 8 Akta Perkawinan, 102 Akta Kelahiran, 2 Akta Kematian, dan 19 Kartu Keluarga. Sementara 31 warga lainnya kini sudah resmi memiliki IKD aktif di smartphone mereka.
Kepala Dinas Dukcapil Luwu Timur, Nursih Hariani, menegaskan inovasi ini lahir dari keluhan warga itu sendiri.
“Kami tidak ingin warga terbebani biaya dan jarak hanya untuk mendapatkan hak dasarnya. Prinsip kami sederhana, dari yang jauh dan mahal, kami buat jadi dekat, mudah, dan digital. pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, bukan menunggu didatangi,” tegas Nursih saat ditemui di lokasi kegiatan.
Inovator program ini, Kepala Bidang Pencatatan Sipil Rosmala Dewi, menambahkan Dukcapil AKTIF sengaja dirancang inklusif. Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah pasangan non-Muslim di Burau yang telah bertahun-tahun menikah secara adat dan agama, namun belum tercatat resmi oleh negara.
Selama ini mereka terkendala akses dan informasi. Lewat Dukcapil AKTIF, status perkawinan mereka akhirnya sah secara hukum dalam hitungan jam.
Di sisi lain panggung, petugas terlihat sabar mendampingi ibu-ibu menginstal dan mengaktivasi IKD. Satu genggaman untuk semua layanan, itulah masa depan yang sedang dibangun Dukcapil Lutim.
Manfaat itu diakui langsung warga. Minarsih, petani asal Desa Mabonta, mengaku lega. Sebagai petani, izin sehari ke kabupaten berarti kehilangan penghasilan.
“Terima kasih pemda lutim sudah datang ke sini. Perkawinan kami akhirnya sah secara hukum, tidak perlu lagi jauh-jauh ke Malili. Ini sangat membantu kami orang kampung,”
ucap Minarsih dengan mata berkaca-kaca sambil menunjukkan akta perkawinannya.
Warga lainnya, Mirmayana, yang datang untuk mengurus akta lahir anaknya pun merasakan kemudahan yang sama.
“Bagus sekali inovasi ini. Akta anak saya langsung jadi, dan IKD saya langsung diaktifkan petugas di sini juga. Cepat sekali,” ujarnya.
Dengan capaian 131 dokumen di Burau, Dukcapil Lutim membuktikan bahwa transformasi digital bukan sekadar jargon. Ia adalah tentang memangkas birokrasi dan mengembalikan waktu serta senyum warga.
Program Dukcapil AKTIF dipastikan akan terus bergulir ke kecamatan lain di Luwu Timur.
Mi/And






