merekamindonesia.com – Sektor pertanian Kabupaten Luwu Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Salah seorang penyuluh pertanian asal Luwu Timur, Ketut Murtika, S.P., berhasil meraih penghargaan sebagai Penyuluh Pertanian Teladan Tingkat Nasional Tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pertanian Luwu Timur. Ketut Murtika dinilai berhasil menunjukkan kinerja, dedikasi, serta inovasi dalam menjalankan tugasnya sebagai penyuluh pertanian hingga mampu bersaing dengan ribuan penyuluh dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih, Ketut Murtika mendapat undangan untuk melakukan kunjungan ke DPR RI di Jakarta dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI.
Kunjungan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam kegiatan itu, Ketut Murtika tidak sendiri. Ia bersama dua penyuluh berprestasi lainnya dari berbagai wilayah Indonesia, yakni Surnaryo dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan Pamuji dari Kabupaten Buru, Maluku.
Terpilihnya Ketut Murtika sebagai Penyuluh Pertanian Teladan Nasional menjadi bukti bahwa sumber daya manusia pertanian asal Luwu Timur mampu bersaing di tingkat nasional. Penghargaan tersebut juga mencerminkan perkembangan sektor pertanian daerah yang terus mendapat perhatian.
Ketut Murtika menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang berhasil diraihnya. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga merupakan hasil dari dukungan berbagai pihak serta semangat untuk terus memberikan pendampingan terbaik kepada para petani.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami, khususnya masyarakat dan insan pertanian di Kabupaten Luwu Timur. Prestasi ini menunjukkan bahwa penyuluh pertanian Luwu Timur memiliki kemampuan, dedikasi, dan inovasi yang mampu bersaing dengan penyuluh dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Ketut.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh penyuluh pertanian untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan dan pelayanan kepada petani.






