Berita

Telapak Kaki, Kunci Membaca Kesehatan Anjing Peliharaan

×

Telapak Kaki, Kunci Membaca Kesehatan Anjing Peliharaan

Sebarkan artikel ini
kesehatan anjing peliharaan
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Sore itu, seekor anjing berbaring tenang di meja periksa. Sebelum menyentuh telinga atau perutnya, tangan sang dokter hewan justru bergerak ke bagian yang jarang diperhatikan pemiliknya: telapak kaki. Bagi banyak orang, itu cuma bagian tubuh yang kotor sepulang jalan-jalan. Padahal di situlah sering tersimpan petunjuk pertama soal kesehatan anjing peliharaan.

Melansir HuffPost, telapak kaki kerap menjadi titik pemeriksaan awal saat dokter hewan menilai kondisi seekor anjing. Alasannya masuk akal: telapak kaki menyentuh hampir setiap permukaan yang dilalui, mulai dari aspal panas, rumput basah, sampai lantai keramik rumah.

Dari jejak sentuhan itulah tubuh anjing memberi sinyal. Alergi lingkungan, reaksi terhadap makanan, infeksi kulit, hingga rasa sakit di bagian tubuh lain, semuanya bisa tercermin lebih dulu di kaki. Sayangnya, bagian ini justru paling sering luput dari perhatian pemilik dalam keseharian.

Seperti apa telapak kaki yang sehat?

Tom Vega, dokter hewan dari Concierge Companions Vet Med, menjelaskan bahwa bantalan kaki yang sehat punya ciri jelas. Teksturnya elastis, permukaannya halus, dan tidak ada tanda cedera. Warnanya pun mengikuti pigmentasi alami anjing, entah hitam, merah muda, cokelat, atau campuran.

“Telapak kaki harus cukup tebal untuk memberikan bantalan dan perlindungan tanpa terlihat bengkak atau terlalu besar,” ujar Vega.

Prinsip yang sama berlaku untuk kuku. Kathryn Dench, dokter hewan dari Paw Origins, mengatakan kuku yang sehat terasa halus, kuat, dan berbentuk rata. Tidak boleh ada bagian yang pecah, rapuh, mengelupas, atau berlekuk. Warnanya bisa bening, putih, cokelat, hingga hitam, tergantung pigmen alami hewan.

“Pola pertumbuhannya seharusnya cukup merata di seluruh cakar, meski cakar tambahan (dewclaw) sering tumbuh lebih cepat karena tidak bersentuhan dengan tanah,” kata Dench.

Ada patokan sederhana untuk kuku yang mulai kepanjangan: muncul bunyi berketuk saat anjing berjalan di lantai keras. Bila terdengar suara itu, waktunya memangkas.

Petunjuk kesehatan anjing peliharaan dari kakinya

Menurut Dench, salah satu hal pertama yang layak diamati adalah keausan kuku yang tidak merata. Perbedaan panjang antarkuku bisa berarti ada yang tak beres pada cara anjing bertumpu.

“Misalnya, jika salah satu cakar memiliki kuku yang jauh lebih pendek atau tergores, itu mungkin menunjukkan bahwa anjing menyeretnya atau mengubah caranya berjalan karena rasa sakit, rasa lemah, radang sendi, atau masalah neurologis lain,” ujar Dench.

Selanjutnya, amati bulu dan kulit di sekitar telapak. Selipan jari kaki perlu dicek dengan teliti. Perhatikan kemerahan, kelembapan berlebih, bulu yang menggumpal atau rontok, kulit yang tampak berminyak, hingga koreng.

“Bercak kemerahan, terutama pada anjing berbulu terang, sering menandakan [anjing] sering menjilat atau mengunyah,” kata Dench. Perilaku menjilat yang berlebihan ini bisa menjadi tanda alergi, iritasi, infeksi jamur, atau infeksi bakteri.

Bau dan suhu jangan diabaikan

Indra penciuman bisa membantu. Bau apek yang muncul di antara jari-jari kaki mengisyaratkan lapisan kulit sedang meradang. Aroma yang tak biasa ini kerap datang sebelum tanda visual terlihat jelas.

Suhu telapak juga bercerita banyak. Bantalan yang lebih hangat dari biasanya mengindikasikan peradangan, infeksi, reaksi alergi, atau paparan permukaan panas. Sebaliknya, kaki yang terasa dingin punya arti tersendiri.

“Bantalan telapak kaki yang dingin kadang dapat mencerminkan penurunan sirkulasi atau masalah kesehatan mendasar lainnya,” ujar Vega.

Pemeriksaan kecil ini sebenarnya bisa jadi kebiasaan rutin di rumah. Sambil membelai atau setelah berjalan sore, sisihkan waktu meraba bantalan dan menengok sela-sela jarinya. Konsistensi seperti ini membuat perubahan sekecil apa pun lebih cepat terdeteksi.

Baca juga: Penuh Tawa dan Kebersamaan, Ratusan Lansia Senam Sehat Bersama Wabup Puspawati.

Kapan harus ke dokter hewan?

Ada beberapa tanda yang tidak boleh ditunda. Segera bawa anjing ke dokter hewan bila ia mulai pincang, meraung ketika kakinya diangkat, atau tiba-tiba enggan berjalan. Ketiganya menunjukkan hewan sedang merasa sakit dan butuh penanganan.

Menjaga kesehatan makhluk yang kita pelihara memang menuntut ketelatenan pada hal-hal kecil. Telapak kaki hanyalah salah satunya, tetapi ia bisa jadi jendela paling jujur untuk membaca kondisi seekor anjing.

Pada akhirnya, perhatian yang tulus tidak selalu soal peralatan mahal atau kunjungan rutin ke klinik. Kadang cukup dengan menunduk, memeriksa kaki yang setia menemani langkah mereka, dan memastikan sahabat berbulu itu tetap nyaman berjalan di samping kita. Mi/As

Sumber: gaya hidup