merekamindonesia.com – Bulan suci Ramadhan 1447 H membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Sejak hari pertama pelaksanaan ibadah puasa, pusat kuliner yang dikenal sebagai Pasar Ramadhan Towuti ini langsung diserbu oleh ribuan warga yang berburu aneka hidangan berbuka puasa.
Geliat Ekonomi Lokal di Tengah Kerumunan Pengunjung
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, antusiasme masyarakat pada tahun ini terlihat jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lonjakan jumlah pengunjung ini disinyalir seiring dengan bertambahnya populasi penduduk di wilayah Wawondula dan sekitarnya. Kondisi ini menjadi ladang rezeki yang sangat menjanjikan bagi para pedagang lokal yang menjajakan produk kuliner mereka.
Pembukaan Resmi dan Standar Keamanan
Pasar Ramadhan Towuti secara resmi dibuka oleh Camat Towuti, Amri Mustari, S.Si., M.Si., pada hari pertama puasa. Dalam pelaksanaannya, ratusan lapak UMKM telah diatur sedemikian rupa agar terlihat rapi dan tertib, memberikan kenyamanan bagi para pembeli yang datang dari berbagai penjuru wilayah.
Sinergi Keamanan dari Berbagai Instansi
Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan kondusif, aparat kepolisian dari Polsek Towuti bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dikerahkan untuk melakukan penjagaan ketat. Kehadiran petugas di lapangan sangat membantu dalam mengatur arus lalu lintas dan menjaga ketertiban di area pasar yang sangat padat, terutama menjelang waktu berbuka.
Ragam Kuliner Penggugah Selera
Hingga memasuki hari kedua puasa, Jumat (20/02/2026), aktivitas di pasar ini semakin meningkat pesat. Para pedagang menyuguhkan berbagai macam menu takjil, mulai dari minuman segar, kue tradisional, hingga makanan berat seperti ikan bakar dan aneka sayur matang yang siap saji. Kualitas dan variasi menu yang ditawarkan menjadi daya tarik utama bagi warga untuk terus berkunjung setiap sore.
Ajang Silaturahmi dan Wisata Sore
Menariknya, Pasar Ramadhan Towuti tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli. Lokasi ini juga dimanfaatkan oleh warga sebagai ajang silaturahmi antar sesama penduduk. Banyak pengunjung yang datang bersama keluarga atau kerabat untuk sekadar berjalan-jalan sore (ngabuburit) sembari berswafoto atau selfie di tengah keramaian pasar yang ikonik tersebut.
Kehadiran pasar musiman ini terbukti efektif dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat kecamatan, sekaligus mempererat tali persaudaraan di bulan yang penuh berkah ini.












