Tim observer Pemkab Luwu Timur sekaligus pengawas sekolah binaan, Hamsi, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mengawal program ini.
Menurutnya, pemantauan berkala sangat diperlukan agar sekolah tidak hanya menjalankan program secara formalitas, tetapi benar-benar membudayakan hidup sehat dalam keseharian para murid.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SDN 109 Majaleje, Sabrum, mengapresiasi perhatian Pemkab Luwu Timur, Save the Children Indonesia, dan Yayasan Celosia Marennu.
Ia mengungkapkan bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk segera menindaklanjuti setiap catatan evaluasi dan melengkapi fasilitas yang kurang demi tercapainya seluruh indikator penilaian sekolah sehat.
Sementara itu, District Coordinator Save the Children Indonesia, Rina Zulwiyati memaparkan misi utama dari monitoring lapangan yang dilakukan bersama tim observer.
“Monitoring ke sekolah dampingan ini dimaksudkan untuk memantau pelaksanaan program, memastikan kegiatan, serta mengetahui perkembangan, tantangan dan kebutuhan sekolah dalam implementasi program dampingan,” terangnya.
Upaya kolaboratif antara Pemkab Luwu Timur, Save the Children Indonesia, dan Yayasan Celosia Marennu ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program kesehatan di lingkungan sekolah secara nyata. (fir/ikp-humas/kominfo-sp)






