MerekamIndonesia.com- Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bergerak cepat memastikan program pro-rakyat benar-benar dirasakan manfaatnya. Dari 113 program prioritas tahun 2026, tiga program unggulan yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak kini masuk meja evaluasi total.
Tiga program tersebut adalah Kartu Lutim Pintar, Kartu Lutim Sehat, dan Kartu Lutim Lansia — yang selama ini dikenal publik sebagai Tiga Kartu Sakti.

Evaluasi ini dibuka secara resmi dalam Seminar Awal Kajian Evaluasi Implementasi Program Prioritas 2026, yang digelar di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, Senin (19/10/2026).
Kajian strategis ini digarap serius oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lutim dengan menggandeng narasumber dari Tran’s Institute. Hadir dalam forum tersebut seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tenaga kelitbangan, para Kepala OPD terkait, para Camat, hingga para Kepala Puskesmas se-Luwu Timur.
Tujuannya satu, yaitu membedah tuntas pelaksanaan di lapangan, memvalidasi data, dan memetakan kendala nyata yang menghambat penyaluran manfaat kepada masyarakat.


Bupati Luwu Timur melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Andi Juana Fachruddin, menegaskan evaluasi ini bukan formalitas.
Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk terbuka, jujur, dan partisipatif dalam menyampaikan data riil — baik capaian, realisasi, maupun hambatan yang dihadapi.
“Jangan ada yang ditutupi. Sampaikan apa adanya, capaian dan kendalanya. Ini menjadi dasar kita merumuskan solusi yang konkret untuk akselerasi pembangunan,” tegas Andi Juana.

Menurutnya, ukuran keberhasilan program prioritas tidak boleh berhenti pada tumpukan laporan administrasi. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa yang menerima Kartu Lutim Pintar, warga sakit yang terbantu Kartu Lutim Sehat, dan para orang tua kita yang terlindungi melalui Kartu Lutim Lansia.
“Setiap program harus terukur, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Itu indikator utamanya,” ujarnya.

Momentum kajian ini menjadi sangat krusial karena beririsan langsung dengan penyusunan APBD Pokok Tahun Anggaran 2027. Hasil evaluasi Tiga Kartu Sakti ini akan menjadi rujukan utama dalam penyempurnaan perencanaan, pengalokasian anggaran yang lebih presisi, hingga pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD, Pemerintah Provinsi, dan evaluasi Kementerian Dalam Negeri.
Dengan langkah ini, Pemkab Luwu Timur menegaskan komitmennya: memastikan setiap rupiah APBD yang dialokasikan untuk Tiga Kartu Sakti kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat yang nyata, terarah, dan berkeadilan.
Mi/And






