Selain solusi jangka pendek, turut disampaikan rencana rehabilitasi kawasan hortikultura terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, berupa bantuan benih cabai untuk lahan terdampak banjir dan puso seluas 440 hektare, bantuan mulsa untuk bawang merah seluas 11,5 hektare, serta bantuan benih sayuran lainnya sebanyak 2.306 sachet.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Puspawati berharap stok pangan menjelang Nataru di Luwu Timur tetap aman dan terkendali.
Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan agar perayaan Nataru dapat berjalan lancar.
“Persiapan menghadapi Nataru tetap terus dipantau. Kita harus bekerja lebih cepat, lebih baik, dan kompak. Setiap potensi gejolak harga harus segera ditangani bersama,” tegas Wabup Puspawati.
Lebih lanjut, Wabup juga menanyakan langsung kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang hadir untuk memastikan perkembangan harga komoditas pokok di Luwu Timur tetap terkendali.
Turut Hadir, Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Inspektorat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Dagkoperindag UKM, Bapperida, serta Dinas Perikanan. (asn/ikp-humas/kominfo-sp)






