“Korupsi bisa dicegah jika sistemnya diperbaiki. Karena itu, kami di Luwu Timur berkomitmen memperkuat pengawasan internal, memperbaiki tata kelola pengadaan, dan memastikan setiap rupiah APBD digunakan untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Bupati Irwan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan aparat pengawas dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih.
“Pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, tapi untuk memastikan program berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami siap diawasi dan siap memperbaiki diri,” tambahnya.
Ia berharap, melalui komitmen bersama ini, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah semakin meningkat.
“Kalau tata kelolanya baik, masyarakat akan percaya. Kalau masyarakat percaya, pembangunan akan berjalan lebih cepat dan kesejahteraan bisa kita wujudkan bersama,” pungkas Irwan Bachri Syam.
Rakor tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan daerah, strategi pencegahan korupsi, peningkatan pengawasan internal, hingga pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang transparan dan akuntabel.
Penandatanganan komitmen bersama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, dan berintegritas, sekaligus mendorong pencegahan korupsi melalui pembenahan sistem penyelenggaraan pemerintahan. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)






