Nasional

PANDU JUARA: Manuver Berani Pemkab Lutim Lepas dari Ketergantungan Tambang, Kucurkan Rp 2 Miliar Per Desa untuk Kedaulatan Pangan

×

PANDU JUARA: Manuver Berani Pemkab Lutim Lepas dari Ketergantungan Tambang, Kucurkan Rp 2 Miliar Per Desa untuk Kedaulatan Pangan

Sebarkan artikel ini
PANDU JUARA: Manuver Berani Pemkab Lutim Lepas dari Ketergantungan Tambang, Kucurkan Rp 2 Miliar Per Desa untuk Kedaulatan Pangan
Dok. Merekam Indonesia

MerekamIndonesia.com- Ketika banyak daerah masih terlena dengan kejayaan tambang, Luwu Timur justru berpikir 20 tahun ke depan. Sebuah manuver berani disiapkan: membangun kedaulatan ekonomi dari desa.

Strategi besar itu bernama PANDU JUARA (Pengembangan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera), yang dibedah tuntas oleh Bupati Luwu Timur, Ir. H.Irwan Bachri Syam, ST., MT., IPM, dalam Diskusi Podcast Asta Cita RRI Makassar bersama Staf Ahli, Afrianto,M.Si.

Bupati Irwan menegaskan satu hal yang selama ini menjadi kegelisahan bersama: Luwu Timur tidak bisa selamanya menggantungkan nafas ekonominya pada nikel.

“Masa depan Lutim harus kita kembalikan ke desa. Di sanalah kekuatan kita yang sesungguhnya,” ujarnya.

Tak main-main, untuk mewujudkan visi tersebut, Pemkab Luwu Timur menyiapkan alokasi anggaran hingga Rp 2 Miliar untuk setiap desa.

Ini bukan sekadar bantuan. Ini adalah investasi industri desa. Dana tersebut akan dikelola secara profesional, terukur, dan berbasis skala industri melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama (BUMDESMA).

Fokusnya jelas, membangkitkan kembali sektor yang menjadi nadi kehidupan — pertanian, perkebunan, perikanan, hingga UMKM lokal. Tujuannya agar perputaran uang tidak lari keluar, tapi berputar di dalam daerah dan dinikmati rakyat sendiri.

Langkah ini dinilai sangat cerdas karena selaras penuh dengan visi besar Presiden Republik Indonesia dalam Program Asta Cita, terutama pada pilar Ketahanan Pangan dan Hilirisasi.

Pandu Juara tidak berdiri sendiri. Program ini menjadi payung besar yang mengintegrasikan semua program prioritas pro-rakyat, mulai dari Kartu Lansia, beasiswa pendidikan, Kesehatan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

Dengan Pandu Juara, Luwu Timur sedang menulis narasi baru. Bahwa kejayaan sebuah daerah tidak diukur dari seberapa banyak tambang yang dikeruk, melainkan dari seberapa berdaulat desanya, seberapa aman pangannya, dan seberapa sejahtera rakyatnya.

Mi/And