Breaking News

Demi Kelancaran Aktivitas Warga, Bupati Irwan Tinjau Jembatan Loppe dan Jalan Beton

×

Demi Kelancaran Aktivitas Warga, Bupati Irwan Tinjau Jembatan Loppe dan Jalan Beton

Sebarkan artikel ini
Demi Kelancaran Aktivitas Warga, Bupati Irwan Tinjau Jembatan Loppe dan Jalan Beton
Dok. Merekam Indonesia

MerekamIndonesia.com- komitmen untuk memastikan setiap pembangunan infrastruktur benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat kembali ditegaskan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.

Pada Rabu (14/10/2026), Bupati Irwan turun langsung ke lapangan meninjau kondisi Jembatan Loppe di Desa Mahalona dan memantau progres pembangunan jalan beton penghubung SP1 – SP3 yang menghubungkan Desa Libukan Mandiri menuju Desa Buangin, Kecamatan Towuti.

Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan kondisi akses vital yang menjadi urat nadi aktivitas warga, terutama dalam menopang sektor pertanian dan perkebunan.

Di lokasi Jembatan Loppe, Bupati Irwan menyaksikan langsung jembatan yang masih berkonstruksi kayu sebagai satu-satunya akses utama masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius.

“Jembatan Loppe ini merupakan akses utama yang sangat dibutuhkan masyarakat. Setelah melihat langsung kondisinya, kita akan mengupayakan agar pembangunan jembatan ini masuk dalam anggaran pokok tahun 2027,” tegas Bupati Irwan.

Setelah dari Desa Mahalona, Bupati bergeser meninjau pengerjaan jalan beton di Desa Buangin. Proyek dengan panjang sekitar tiga kilometer itu saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

“Alhamdulillah, saat ini pengerjaan jalan beton sedang berproses. Kita berharap dapat selesai tepat waktu agar masyarakat bisa segera memanfaatkannya. Panjang pengerjaan jalan ini sekitar tiga kilometer,” ungkapnya.

Secara teknis, Pejabat Fungsional Teknik Tata Bangunan dan Perumahan Ahli Muda Dinas PUPR Luwu Timur, Agustinus Allu, menjelaskan bahwa Jembatan Loppe yang ada saat ini mengalami kerusakan sehingga memerlukan penanganan permanen.

Menurutnya, jembatan tersebut direncanakan dibangun permanen dengan bentang sekitar 20 meter dan diusulkan untuk dianggarkan pada tahun 2027. Keberadaannya dinilai sangat krusial dalam menunjang akses masyarakat menuju kawasan perkebunan.

Sementara itu, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mahalona, Safril, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan yang mulai lapuk dan berlubang sangat menyulitkan warga saat melintas, khususnya ketika membawa hasil pertanian dan perkebunan.

Ia juga menyampaikan kendala lain yang dihadapi petani, yakni terbatasnya ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian pada musim kemarau. Untuk itu, ia berharap adanya dukungan berupa bantuan pompa air guna mendukung pengairan lahan pertanian.

Peninjauan ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat — tidak sekadar melihat dari jauh, tetapi hadir, mendengar langsung, dan menyiapkan langkah konkret demi kelancaran mobilitas serta penguatan ekonomi warga.

Mi/And